6 Poin Sumber Ilmu Pengetahuan: Tiap Asal Ada Usul,Usul Tak Boleh Asal

You are currently viewing 6 Poin Sumber Ilmu Pengetahuan: Tiap Asal Ada Usul,Usul Tak Boleh Asal

Tuk mengawali jawab pertanyaan berikut, tuliskan di kolom komentar.

Contents

Mengapa Manusia Berpikir?

.

Asal Usul Ilmu Pengetahuan

Asal Usul bisa disepadankan dengan kata sumber, atau awal mula, atau muasal yang bermakna sebuah proses awal kemunculan atas sesuatu. Sebagaimana ayam berasal dari telur dan telur berasal dari ayam, begitupula hal lainnya. Ilmu pengetahuan pun juga memiliki asal usul.

Guna membahas itu setidaknya harus memaknai asal, pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Akan lebih mudah memaknainya jika menggunakan padanan kata dalam bahasa asing. Asal dapat diartikan origin, pengetahuan berupa knowledge dan ilmu pengetahuan berupa science.

Rasionalisme dan Empirisme

Rasionalisme

Rasio dimaknai sebagai berpikir. Orang yang menganut paham ini melandaskan sumber ilmu pengetahuan sebagai proses berpikir. Intensitas berpikir akan mempengaruhi intensitas pengetahuan yang didapat.

Kebutuhan berpikir ini memerlukan kondisi khusus berupa lingkungan yang kondusif yang memicu manusia untuk berpikir dan menelaah berbagai masalah yang ditujukan untuk penyempurnaan dan kemajuan diri. Oleh karena itu, pengembangan manusia berdasarkan paham rasionalisme adalah dengan pendekatan mental disiplin melalui penataan logika untuk pengambilan kesimpulan.

Empirisme

Empiris dimaknai sebagai pengalaman. Penganut paham ini berseberangan dengan paham rasionalisme karena cenderung membiarkan proses terjadinya penambahan pengetahuan melalui pengalaman.

Empirisme ini populer saat ini dikarenakan telah memberikan proses penambahan pengetahuan yang dapat dikonfirmasi oleh pelaku.

objek pengetahuan adalah ide-ide yang timbul karena adanya pengalaman lahiriah dan batiniah.

6 Poin Sumber Ilmu Pengetahuan

Pengalaman Indrawi

Pengalaman indra merupakan sumber pengetahuan yang berupa alat-alat untuk mengungkap objek dari luar diri manusia melalui kekuatan indra. Pengetahuan Inderawi dimiliki manusia melalui kemampuan indera.

Akan tetapi pengetahuan inderawi bersifat parsial. Itu disebabkan oleh adanya perbedaan antara indera yang satu dengan yang lainnya, berhubungan dengan sifat khas fisiologis indera, dan dengan objek yang dapat ditangkap sesuai dengannya. Masing-masing indera menangkap aspek yang berbeda mengenai barang atau mahluk yang menjadi objek, yaitu bunyi, atau cerah, atau bentuk dengan keras-lunaknya, atau rasa, atau bau.

Ciri Pokok Pengalaman Indrawi

  • Pengalaman inderawi selalu berhubungan dengan objek tertentu di luar si pengamat (subjek). Hubungannya bisa dalam bentuk : melihat, mendengar, meraba, mencium, dan merasa. Atau objeknya berbentuk benda-benda fisis : orang, hewan, tumbuhan, ide/gagasan.

  • Pengalaman manusia tidak seragam (panca indera) dan sebagai hasilnya kita dapat berpikir, menilai, membandingkan, memutuskan, sedih, gembira, dll. Positivism ekstrem cenderung membatasi dunia ilmiah hanya pada pengalaman yang berkaitan dengan objek-objek yang terukur (res extensa) dan memasukkan pengalaman yang tidak terukur sebagai subjektif, karenanya tidak masuk dunia ilmiah.

  • Pengetahuan manusia terus berkembang, baik karena pertumbuhan umur, pendidikan/lingkungan, perkembangan pengetahuan/teknologi, dll. Missal, pengetahuan mikroskop, teleskop sehingga menembus pemahaman tentang atom, bintang-bintang, DNA, dll

Penalaran

Penalaran merupakan bagian berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Sesuai pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, sesuai sejumlah proposisi yang dikenal atau dianggap aci, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak dikenal. Bagian inilah yang dikata menalar.

Ciri-Ciri Penalaran

  • Logis: pemikiran ditimbang secara objektif dan didasarkan pada data yang valid

  • Analitis: kegiatan penalaran tidak terlepas dari daya imajinatif seseorang dalam merangkai petunjuk-petunjuk akal pikiran menjadi suatu pola tertentu

  • Rasional: fakta atau kenyataan yang memang dapat dipikirkan secara mendalam

Otoritas

ilmu pengetahuan yang lahir dari sebuah kewibawaan kekuasaan yang diakui oleh anggota kelompoknya. Cenderung tidak memerlukan pengujian kebenaran.

Intuisi

Intuisi lahir dari perenungan manusia yang memiliki kemampuan khusus yang berhubungan dengan kejiwaannya. Pembuktiannya memerlukan proses yang panjang untuk dibuktikan secara nyata.

Wahyu

Bersumber dari Tuhan yang disampaikan melalui para Nabi. Pengetahuan yang didapat bersumber dan kembali bermuara pada keyakinan individu.

Keyakinan

Keyakinan atau yang bisa juga disebut dengan iman dapat dimaknai sebagai wujud transformasi sikap manusia atas wahyu Tuhany yang disampaikan dan menjadi keharusan.


Kuis

This Post Has 15 Comments

  1. Erika Chunju N

    Karena sebagai makhluk yang memiliki akal, tentunya manusia selalu ingin tahu untuk memperoleh suatu pengetahuan. Dengan pengetahuan yang telah ia miliki maka akan cenderung untuk tahu hal yang lebih. Inilah yang dinamakan manusia makhluk berfikir. Manusia berfikir untuk menjadikan dalam dirinya ataupun untuk orang lain untuk melakukan suatu perubahan. Tanpa berpikir manusia tidak memiliki makna bahkan mungkin tak pernah ada.

  2. Aufal Millah

    Karena jika seseorang melakukan sesuatu tanpa berfikir maka ia akan dengan mudah terjerumus pada keburukan ataupun hal-hal yang memiliki pengaruh buruk baik bagi dirinya ataupun Orang lain.

  3. Tsania Mahmudah Millenia

    Manusia berfikir karena kebutuhan, habit dan kewajiban, yang harus selalu mencari kebenaran atau sesuatu yang dapat diterima oleh akal

  4. Dini Aulia

    Karena didalam al quran surah albaqoroh sudah di sebutkan لعلكم تتفكرون agar manusia selalu mengingat yang menciptakan nya karena dengan berfikir manusia akan mengetahui hikmah dan tujuan ciptaan Allah,dan agar terhindar dari hawa nafsu.

  5. Audia

    Agar manusia bisa menjalankan kehidupan dengan baik dan hidup sesuai dengan norma yang dibuat.

  6. Pahmi Ritonga

    Dikarenakan berpikir akan menambah wawasan kita dan juga sebagai olahraga otak. berpikir juga salah satu cara agar kita bisa membedakan antara yang satu dengan yang lainnya, antara yang baik maupun buruk

  7. Yusuf(jhon)

    Karena manusia diciptakan dengan Akal dan perasaan ( Budi Pekerti ) sehingga manusia berbeda dengan makhluk lainnya, manusia tidak akan berhenti dalam mengetahui suatu hal. Dan juga dengan cara berfikir tindakan manusia seharusnya berbeda dengan makhluk lainnya, tindakan manusia akan selalu mempertimbangkan kepentingan internal dan eksternal

  8. Ulya Qonita

    menurut saya, mengapa manusia berpikir karena manusia telah diberikan sebuah keistimewaan oleh yang menciptakan yaitu akal, berbeda dengan makhluk hidup lainnya seperti hewan yang memiliki otak tapi tidak memiliki akal. makadari itu diciptakannya akal itu untuk berpikir, karena manusia hidup bukan hanya sekedar mencari makan namun banyak persoalan yang harus mereka lewati dan hanya dengan berpikir manusia bisa melewatinya.

  9. Irpan pane

    Iya, karwna manusia adalah satu-satunya makhluk yang di anugrahkan akal, yang mana akal fungsinya adalah untuk berfikir, sehingga tidaak mengherankan ada sebuah istilah atau sebutan bagi orang yang tidak berfikir adalah sama dengan orang yang tidak be akal,

    Dan di dalam hadits di sebutkan bahwa : tidak ada yang lebih sedikit di ciptakan tuhan kecuali akal

    Dan akal yang sedikit itulah di bagikan bagi seluruh manusia,

    Sehingga tuhan mengecam bahwa orang yang tidak dapat menggunakan akal itu dengan baik maka ia bisa lebih hina dari hewan

  10. Tyar Muhamad Khadafi

    mengapa manusia berpikir? itulah salah satu esensi manusia daripada makhluk lain, jika manusia tidak berpikir, manusia sama saja seperti hewan. jika secara islami manusia adalah ciptaan tuhan yang paling sempurna.

  11. Arif padriansyah

    Tentu saja berfikir sangat dibutuhkan bagi manusia,dan selalu terlintas dalam otaq(fikiran) manusia.
    Kenapa manusia berfikir???
    Bisa nih …Untuk memecahkan sebuah masalah yg dihadapi, membentuk pengertian, membentuk pendapat, dan juga membuat kesimpulan.

  12. Rizkia Syafia Qalbi

    mengapa manusia berfikir??
    karena manusia merupakan makhluk yang istimewa dari pada makhluk lainnya yang di ciptakan oleh Allah, dan Allah memberikan akal kepada manusia, untuk manusia berfikir.

  13. Nur Arifin Hidayad

    Menurutku, salah satu alasannya adalah untuk bertahan hidup (survive) karena tidak bisa dipungkiri bahwa manusia hidup berdampingan dengan masalah-masalah baik primer, sekunder, maupun tersier. Contohnya manusia butuh makan sehingga manusia itu berpikir bagaimana caranya mendapatkan makanan dan bagaimana untuk kedepannya manusia bisa makan dengan mudah dan cepat (secara efektif dan efisien) sehingga tak hanya untuk bertahan hidup namun juga untuk memudahkan hidup.

    1. Salsabila Liyani

      Manusia berfikir karena dengan berfikir manusia dapat mengetahui ada di posisi mana ia saat adanya sebuah permasalahan ataupun persoalan. Sehingga ia tau bagaimana cara menyelesaikan permasalah itu. Misalkan saat mencari sesuatu, mendapatkan sesuatu, dll.

Comments are closed.